Pengertian Lamun (Seagrass)

Mungkin teman-teman sudah fimiliar mendengar kata “rumput laut”, tapi tahukah bahwa selain rumput laut terdapat juga “lamun”?. Rumput laut atau dalam bahasa inggrisnya disebut dengan Seaweed merupakan kelompok dari ganggang atau alga. Ciri utama dari jenis ini adalah hanya memiliki talus, tidak memiliki akar, batang dan daun. Pada dasarnya Istilah “rumput laut” adalah rancu secara botani Dalam bahasa Indonesia, istilah rumput laut dipakai untuk menyebut gulma laut. Sedangkan Lamun (Seagrass) merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) termasuk dalam tumbuhan berbiji satu (Monokotil), memiliki akar (akar rimpang), berdaun, berbunga dan berbuah.

Rumput Laut

Tumbuhan Lamun

Akar

Terdapat perbedaan morfologi dan anatomi akar yang jelas antara jenis lamun yang dapat digunakan untuk taksonomi. Akar pada beberapa spesies seperti Halophila dan Halodule  memiliki karakteristik tipis (fragile), seperti rambut, diameter kecil, sedangkan spesies Thalassodendron memiliki akar yang kuat dan berkayu dengan sel epidermal. Jika dibandingkan dengan tumbuhan darat, akar dan akar rambut lamun tidak berkembang dengan baik. Namun, beberapa penelitian memperlihatkan bahwa akar dan rhizoma lamun memiliki fungsi yang sama dengan tumbuhan darat.

Akar-akar halus yang tumbuh di bawah permukaan rhizoma, dan memiliki adaptasi khusus (contoh : aerenchyma, sel epidermal) terhadap lingkungan perairan. Semua akar memiliki pusat stele yang dikelilingi oleh endodermis. Stele mengandung phloem (jaringan transport nutrien) dan xylem (jaringan yang menyalurkan air) yang sangat tipis. Karena akar lamun tidak berkembang baik untuk menyalurkan air maka dapat dikatakan bahwa lamun tidak berperan penting dalam penyaluran air.

Patriquin (1972) menjelaskan bahwa lamun mampu untuk menyerap nutrien dari dalam substrat (interstitial) melalui sistem akar-rhizoma. Selanjutnya, fiksasi nitrogen yang dilakukan oleh bakteri heterotropik di dalam rhizosper Halophila ovalis, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium dan Thalassia hemprichii cukup tinggi lebih dari 40 mg N.m-2.day-1. Koloni bakteri yang ditemukan di lamun memiliki peran yang penting dalam penyerapan nitrogen dan penyaluran nutrien oleh akar. Fiksasi nitrogen merupakan proses yang penting karena nitrogen merupakan unsur dasar yang penting dalam metabolisme untuk menyusun struktur komponen sel.

Lamun sering ditemukan di perairan dangkal daerah pasang surut yang memiliki substrat lumpur berpasir dan kaya akan bahan organik. Pada daerah yang terlindung dengan sirkulasi air rendah (arus dan gelombang) dan merupakan kondisi yang kurang menguntungkan (temperatur tinggi, anoxia, terbuka terhadap udara, dll) seringkali mendukung perkembangan lamun. Kondisi anoksik di sedimen merupakan hal yang menyebabkan penumpukan posfor yang siap untuk diserap oleh akar lamun dan selanjutnya disalurkan ke bagian tumbuhan yang membutuhkan untuk pertumbuhan.

Diantara banyak fungsi, akar lamun merupakan tempat menyimpan oksigen untuk proses fotosintesis yang dialirkan dari lapisan epidermal daun melalui difusi sepanjang sistem lakunal (udara) yang berliku-liku. Sebagian besar oksigen yang disimpan di akar dan rhizoma digunakan untuk metabolisme dasar sel kortikal dan epidermis seperti yang dilakukan oleh mikroflora di rhizospher. Beberapa lamun diketahui mengeluarkan oksigen melalui akarnya (Halophila ovalis) sedangkan spesies lain (Thallassia testudinum) terlihat menjadi lebih baik pada kondisi anoksik. Larkum et al (1989) menekankan bahwa transport oksigen ke akar mengalami penurunan tergantung kebutuhan metabolisme sel epidermal akar dan mikroflora yang berasosiasi. Melalui sistem akar dan rhizoma, lamun dapat memodifikasi sedimen di sekitarnya melalui transpor oksigen dan kandungan kimia lain. Kondisi ini juga dapat menjelaskan jika lamun dapat memodifikasi sistem lakunal berdasarkan tingkat anoksia di sedimen. Dengan demikian pengeluaran oksigen ke sedimen merupakan fungsi dari detoksifikasi yang sama dengan yang dilakukan oleh tumbuhan darat. Kemampuan ini merupakan adaptasi untuk kondisi anoksik yang sering ditemukan pada substrat yang memiliki sedimen liat atau lumpur. Karena akar lamun merupakan tempat untuk melakukan metabolisme aktif (respirasi) maka konnsentrasi CO2 di jaringan akar relatif tinggi.

Rhizoma dan Batang

Semua lamun memiliki lebih atau kurang rhizoma yang utamanya adalah herbaceous, walaupun pada Thallasodendron ciliatum (percabangan simpodial) yang memiliki rhizoma berkayu yang memungkinkan spesies ini hidup pada habitat karang yang bervariasi dimana spesies lain tidak bisa hidup. Kemampuannya untuk tumbuh pada substrat yang keras menjadikan T. Ciliatum memiliki energi yang kuat dan dapat hidup berkoloni disepanjang hamparan terumbu karang di pantai selatan Bali, yang merupakan perairan yang terbuka terhadap laut Indian yang memiliki gelombang yang kuat.

Struktur rhizoma dan batang lamun memiliki variasi yang sangat tinggi tergantung dari susunan saluran di dalam stele. Rhizoma, bersama sama dengan akar, menancapkan tumbuhan ke dalam substrat. Rhizoma seringkali terbenam di dalam substrat yang dapat meluas secara ekstensif dan memiliki peran yang utama pada reproduksi secara vegetatif. Dan reproduksi yang dilakukan secara vegetatif merupakan hal yang lebih penting daripada reproduksi dengan pembibitan karena lebih menguntungkan untuk penyebaran lamun. Rhizoma merupakan 60-80% biomas lamun.

Daun

Seperti semua tumbuhan monokotil, daun lamun diproduksi dari meristem basal yang terletak pada potongan rhizoma dan percabangannya. Meskipun memiliki bentuk umum yang hampir sama, spesies lamun memiliki morfologi khusus dan bentuk anatomi yang memiliki nilai taksonomi yang sangat tinggi. Beberapa bentuk morfologi sangat mudah terlihat yaitu bentuk daun, bentuk puncak daun, keberadaan atau ketiadaan ligula. Contohnya adalah puncak daun Cymodocea serrulata berbentuk lingkaran dan berserat, sedangkan C. Rotundata datar dan halus. Daun lamun terdiri dari dua bagian yang berbeda yaitu pelepah dan daun. Pelepah daun menutupi rhizoma yang baru tumbuh dan melindungi daun muda. Tetapi genus Halophila yang memiliki bentuk daun petiolate tidak memiliki pelepah.

Anatomi yang khas dari daun lamun adalah ketiadaan stomata dan keberadaan kutikel yang tipis. Kutikel daun yang tipis tidak dapat menahan pergerakan ion dan  difusi karbon sehingga daun dapat menyerap nutrien langsung dari air laut. Air laut merupakan sumber bikarbonat bagi tumbuh-tumbuhan untuk penggunaan karbon inorganik dalam proses fotosintesis.

Akar, Batang dan Daun Tumbuhan Lamun

Lamun merupakan tumbuhan yang hidup diperairan yang relatif dangkal yaitu antara 1 – 10 meter. Jenis tumbuhan ini juga tumbuh di daerah tropik dan sub-tropik. Tumbuhan lamun biasanya tumbuh dengan membentuk suatu hamparan yang sering disebut dengan padang lamun. Padang lamun menyerupai hamparan padang rumput didaratan dengan berbagai organisme didalamnya.

Secara ekologis, padang lamun memilki fungsi yang sangat potensial. Padang lamun merupakan tempat perlindungan bagi invertebrata dan ikan kecil. Daun – daun lamun yang padat dan saling berdekatan dapat meredam gerak arus, gelombang dan arus materi organik sehingga padang lamun merupakan kawasan yang lebih tenang dengan produktifitas tinggi.

Padang Lamun

Daun – daun lamun juga berasosiasi dengan alga kecil yang dikenal dengan nama Epiphyte. Epiphyte ini dapat tumbuh subur dan melekat pada tumbuhan lamun yang merupakan makanan bagi udang – udang kecil dan beberapa jenis ikan. disamping fungsi – fungsi diatas, padang lamun juga merupakan tempat yang baik bagi hewan kecil untuk berlindung dari predator.

Selain fungsi secara ekologis, lamun (seagrass) juga memiliki kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat. Sehingga lamun dapat dijadikan sebagai sumber makanan kesehatan dan obat-obatan. Hasil penelitian tentang “Potensi Berbagai Jenis Lamun sebagai Sumber Makanan Kesehatan dengan Analisa Proksimat” yang dilakukan oleh tiga orang peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP) (Dra. Wilis Ari Setyati, MSi., Drs. Ali Ridlo, Msi. menunjukkan kandungan nutrisi hasil analisa proksimat lamun di pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah adalah sebagai berikut :

Secara tradisional, lamun telah dimanfaatkan sebagai makanan dan obat – obatan tradisional. Selain itu lamun seperti organisme yang lain, memproduksi berbagai produk alam metabolit primer dan sekunder, sehingga lamun sangat prospektif digunakan sebagai sumber obat-obatan dan sebagai makanan kesehatan. Sebagai makanan kesehatan lamun dapat digunakan untuk mencegah berbagai penyakit degenaratif.

Didunia, ditemukan lebih dari 58 jenis tumbuhan lamun, sedangkan di Indonesia, terdapat 12 jenis tumbuhan lamun yang tergolong dalam 2 famili yaitu famili Hydrocharitaceae dan Potamogetonaceae. Secara rinci klasifikasi lamun menurut den Hartog (1970) dan Menez, Phillips, dan Calumpong (1983) adalah sebagai berikut :

Divisi : Anthophyta
Class : Angiospermae
Famili : Potamogetonacea
Subfamili : Zosteroideae
Genus : Zostera
Phyllospadix
Heterozostera
Subfamili : Posidonioideae
Genus : Posidonia
Subfamili : Cymodoceoideae
Genus : Halodule
Cymodoceae
Syringodium
Amphibolis
Thalassodendron
Famili : Hydrocharitaceae
Subfamili : Hydrocharitaceae

Berikut merupakan jenis – jenis tumbuhan lamun yang ditemukan di Indonesia :  Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Halophila spinulosa, Halophila minor, Halophila decipiens dan Thalassodendrom ciliatum.

Note :

Untuk Deskripsi, gambar dan klasifikasi dari masing – masing jenis Lamun dimuat pada halaman berikutnya.

Komentar
  1. husnul amalia mengatakan:

    mau nanya, kalo gambar morfologi lamun di atas sumbernya dari buku apa?makasih

  2. Regina seno mengatakan:

    Tolong jelaskan pengertian tutup lamun yang berkaitan dengan bulu babi jenis tripneustes gratilla..mksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s